Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Februari 2015

Hafalan, Tradisi Intelektual dan Kemajuan Peradaban Islam

Prolog

Sebagai salah satu tahap/proses menuntut ilmu, hafalan bukanlah metode asing dalam khazanah Islam. Ia telah dikenal dan dipraktekkan sejak zaman Nabi Muhammad saw. Setiap menerima wahyu, beliau langsung menyampaikan dan memerintahkan para sahabat untuk menghafalnya. Dari apa yang Rasulullah saw lakukan, hafalan Al-Qur’an selalu dibarengi dengan pemahaman (QS. al-Nahl: 44), demikian juga dengan hafalan Hadith.

Dari situ, terbangun pandangan hidup, epistemologi Islam dan ilmu-ilmu Keislaman. Dengan demikian,  tuduhan bahwa hafalan hanya melemahkan kreatifitas bukan hanya tidak tepat, tetapi juga mengaburkan arti penting hafalan dalam perkembangan peradaban Islam.

Selasa, 20 Mei 2014

Allah Maha Segala-galanya



Sebenarnya Allah tidak mempunyai alasan untuk memasukkan hamba-Nya ke dalam surga atau neraka. Karena bagi Allah ta’at dan durhakanya seorang hamba, itu sama sekali tidak menambah atau pun mengurangi keagungan dan kebesaran-Nya. Allah yang selama ini kau kenal sebagai Tuhan semesta alam atau Tuhan langit dan bumi, Ia memiliki keagungan dan kebesaran yang tiada tandingannya. Bahkan keagungan dan kebesaran Allah itu melebihi dari apa yang kau kira selama ini.
Allah Mahakaya, Mahakuasa, Maha Berkehendak, dan Maha Segala-galanya. Kekayaan, kekuasaan, kehendak, dan semua yang dinisbahkan kepada Allah sama sekali tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Maka dari itu, kapan pun dan di mana pun kau meminta dan memohon, jika Allah menghendaki untuk mengabulkannya maka tidak ada yang mustahil bagi-Nya, meskipun yang kau minta itu mustahil terjadi menurut akal sehatmu.

Sabtu, 29 Maret 2014

“SANTRI SARUNGAN BERTOPI COWBOY ALASKA YANG KEDODORAN”



Judul tulisan ini mungkin terdengar aneh dan sedikit mengundang gelitik tawa saudara pembaca yang budiman, sekilas judul ini seperti sebuah cerpen atau anekdot lelocon belaka. Namun apalah arti dari sebuah judul, ia diunggulkan hanya untuk menarik minat dan perhatian pembaca saja, begitulah kira-kira menurut hemat penulis yang serba kekurangan ini.
          Sebenarnya judul di atas adalah sebuah ungkapan atau plesetan untuk kerancuan seseorang dalam berpikir tentang agama lebih-lebih tentang Tuhan dewasa ini. Bagi kita yang terbiasa berdiam di rumah saja dan tak pernah melengokkan kepala ke jendela lebih-lebih keluar rumah sekedar untuk menghirup udara segar atau berjalan-jalan di sekitar pasar, bareng tuk membeli sehelai selimut guna menahan dingin di malam hari atau hanya untuk menyeruput dan menikmati secangkir kopi saja. Kita mungkin tak kan pernah mengetahui bagaimana bisingnya jalanan, hiruk pikuknya pasar ikan yang bercampur dengan bau anyer yang sama sekali tak menyegarkan, dan panasnya terik mentari di luar sana.

Kamis, 31 Januari 2013

“Khadijah Wanita Terbaik Sepanjang Sejarah Islam”



Dalam sejarah, telah tercatatat dengan tinta emas seorang ibu yang bernama Khadijah binti Khuwailid. Selain sebagai ibu dari anak-anaknya, juga menjadi ibu dari orang-orang yang beriman (Ummul Mukminin). Beliau adalah istri Rasulullah saw. yang sangat dikagumi dan wanita yang sulit dicari tandingannya, bahkan mungkin sampai detik ini.

Kekayaan Hakiki

Kita sering mendefinisikan kekayaan dengan harta yang melimpah ruah, rumah yang besar dan megah, serta peralatan dan perabot rumah tangga yang serba lux dan wah. Kadang orang menganggap uang adalah segala-galanya, tanpa uang seseorang tak bisa berbuat apa-apa (No money no activity) tapi ada juga sebagian orang berpendapat bahwa uang bikin susah dan sakit kepala, lantas kekayaan yang bagaimanakah yang bisa dianggap sebagai kekayaan yang sebenarnya.

Khusyu' Dan Hadir Hati Dalam Sholat

Sholat adalah tiang agama, pengikat keyaqinan, ghiroh dalam tho’at, dan penghulu segala ibadah, dalam sebuah hadits Rasulullah saw. bersabda; “sholat adalah tiang agama, barang siapa yang mendirikannya berarti dia telah mendirikan agama dan barang siapa yang meninggalkannya berarti dia telah merobohkan agama”. Tiang adalah pondasi penentu dalam sebuah bangunan, maka sudah barang tentu kekuatan dan daya bebannya harus benar-benar diperhatikan karena pondasilah yang nantinya akan menyokong segala bangunan yang ada di atasnya. Apabila pondasi ini lemah maka jangan harap bangunan di atasnya bisa bertahan dengan kuat.