Prolog
Sebagai
salah satu tahap/proses menuntut ilmu, hafalan bukanlah metode asing
dalam khazanah Islam. Ia telah dikenal dan dipraktekkan sejak zaman Nabi
Muhammad saw. Setiap menerima wahyu, beliau langsung menyampaikan dan
memerintahkan para sahabat untuk menghafalnya. Dari apa yang Rasulullah
saw lakukan, hafalan Al-Qur’an selalu dibarengi dengan pemahaman (QS.
al-Nahl: 44), demikian juga dengan hafalan Hadith.
Dari
situ, terbangun pandangan hidup, epistemologi Islam dan ilmu-ilmu
Keislaman. Dengan demikian, tuduhan bahwa hafalan hanya melemahkan
kreatifitas bukan hanya tidak tepat, tetapi juga mengaburkan arti
penting hafalan dalam perkembangan peradaban Islam.
