Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Juni 2014

ILMU AL-JARH WA AT-TA’DIL



BAB I
PENDAHULUAN
A.  LATAR BELAKANG MASALAH
Hadis[1] sebagai pernyataan dan pengamalan, taqrir dan hal ihwal Nabi Muhammad saw, merupakan sumber ajaran Islam yang kedua setelah al-Qur’an. Serta berfungsi sebagai mubaiyin (penjelasan) al-Qur’an, biasa dijadikan hujjah dalam hukum Islam kalau berstatus hadis maqbul (diterima).
Para muhadditsin, dalam menentukan diterimanya suatu hadis harus terpenuhinya syarat-syarat diterimanya rawi yang bersangkutan. Hal ini disebabkan karena hadis itu sampai kepada kita melalui mata rantai yang terurai dalam sanad-sanadnya.
Syarat-syarat tersebut kemudian dipadukan dengan syarat-syarat diterimanya rawi, sehingga pernyataan tersebut dapat dijadikan sebagai ukuran untuk mengetahui mana hadis yang dapat diterima dan mana hadis yang harus ditolak. Hadis-hadis yang dapat diterima (maqbul) yaitu hadis shohih lidzatih, hasan lidzatih, shahih lighairih dan hasan lighairih.

Pendidikan Anak Dalam Islam


PENDAHULUAN


Pendidikan anak adalah perkara yang sangat penting di dalam Islam. Di dalam Al-Quran kita dapati bagaimana Allah menceritakan petuah-petuah Luqman yang merupakan bentuk pendidikan bagi anak-anaknya. Begitu pula dalam hadits-hadits Rasulullah SAW. kita temui banyak juga bentuk-bentuk pendidikan terhadap anak, baik dari perintah maupun perbuatan beliau secara langsung.
Seorang pendidik, baik orangtua maupun guru hendaknya mengetahui betapa besarnya tanggung-jawab mereka di hadapan Allah SWT. terhadap pendidikan putra-putrinya. Tentang perkara ini, Allah SWT. berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”.
(Q.S. At-Tahrim: 6)
Dan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim, Rasulullah SAW. bersabda,
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Artinya: “Setiap di antara kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban”
Untuk itu -tidak bisa tidak-, seorang guru atau orang tua harus tahu apa saja yang harus diajarkan kepada seorang anak serta bagaimana metode yang telah dituntunkan oleh junjungan umat ini, Rasulullah SAW.

Etika Bergaul Dengan Lawan Jenis Yang Bukan Muhrim



BAB I
PENDAHULUAN
Hanya Islam agama yang diridhai di sisi Allah swt, Islam adalah agama yang paling mulia dan telah mengajarkan kepada umatnya untuk hidup dalam kemuliaan. Agama Islam juga memerintahkan kepada umatnya untuk saling menghormati, mencintai serta menghargai sesamanya.
Bahkan saling mencintai karena Allah swt dan persaudaraan dalam agama-Nya termasuk ibadah yang paling utama, dan ia adalah buah dari akhlaq yang baik dan kedua-duanya terpuji
Islam juga telah mengatur seluruh tatanan kehidupan bagi umatnya, melalui pedoman dan norma-norma yang telah diberikan oleh Allah swt dan nabi-Nya berupa Al-Qur`an dan As Sunnah. Maka Islam telah mengatur bagaimana caranya menjalin hubungan atau bermuamalah dengan sesama manusia, termasuk bagaimana bergaul dengan kawan, bergaul dengan lawan jenis, dan juga melarang berduaan dengan lawan jenis yang bukan muhrim. larangan mempertontonkan aurat, dan menjaga angota badan dari maksiat serta menjaga rasa malu.
Namun jika melihat fenomena yang ada sekarang justru sangat bertentangan hukum dan syari`at Islam. Seperti gaya hidup kalangan remaja, mahasiswa, bahkan orang tua yang sudah menikah. Pergaulan bebas telah melunturkan norma-norma susila dan etika yang terkandung dalam Al-Qur`an dan As Sunnah.
Banyak orang yang tidak lagi merasa malu bergandengan tangan, bahkan bermesraan di muka umum, sampai berakhir dengan penyesalan hidup yang berkepanjangan. Di beberapa kota besar muncul beberapa istilah, seperti ‘perek’ (Perempuan Eksperimen), atau ‘Ayam Kampus’ dan istilah semacamnya. Akibatnya terjadilah kasus hamil tanpa nikah atau terkenal dengan istilah ‘Pemilu’ (Perkawinan Hamil Duluan) yang mengarah kepada tindakan aborsi, stress, prostitusi, bahkan bunuh diri.

Sabtu, 29 Maret 2014

Surah Al Jumu'ah: 9-11



Surah Al Jumu'ah: 9
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (9) فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (10) وَإِذَا رَأَوْا تِجَارَةً أَوْ لَهْوًا انْفَضُّوا إِلَيْهَا وَتَرَكُوكَ قَائِمًا قُلْ مَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ مِنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجَارَةِ وَاللَّهُ خَيْرُ الرَّازِقِينَ (11)
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jum`at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.(QS. 62:9)
Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.(QS. 62:10)
Dan apabila melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah:` Apa yang di sisi Allah adalah lebih baik daripada permainan dan perniagaan `, dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezki.(QS. 62:11)

Surat An Nisa Ayat 101-103



Surat An Nisa Ayat 101-103
وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الأرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا مُبِينًا (١٠١) وَإِذَا كُنْتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلاةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِنْ وَرَائِكُمْ وَلْتَأْتِ طَائِفَةٌ أُخْرَى لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ وَدَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُمْ مَيْلَةً وَاحِدَةً وَلا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِنْ كَانَ بِكُمْ أَذًى مِنْ مَطَرٍ أَوْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَنْ تَضَعُوا أَسْلِحَتَكُمْ وَخُذُوا حِذْرَكُمْ إِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا    (١٠٢) فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا (١٠٣)
Artinya: Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah berdosa kamu mengqashar sholat, jika kamu takut diserang orang kafir. Sesungguhnya orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.
Dan apabila kamu (Muhammad) berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan sholat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (sholat) besertamu dan menyandang senjata mereka, kemudian apabila mereka (yang sholat besertamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang lain yang belum sholat, lalu mereka sholat denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata mereka. Orang-orang kafir ingin agar kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu sekaligus. Dan tidak mengapa kamu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu sakit, dan bersiap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu.
Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan sholat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah sholat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (Q.S. An-Nisa: 101-103)

Surah Al-Isra’: 7-8



Surah Al-Isra’: 7-8
إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا (7) عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يَرْحَمَكُمْ وَإِنْ عُدْتُمْ عُدْنَا وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرًا (8)
Artinya: Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuh mu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.(QS. 17:7)
Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat (Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan), niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.(QS. 17:8)

Senin, 04 Maret 2013

ILMU TARIKH AR-RUWAT


“ILMU TARIKH AR-RUWAT”
(Sebuah Kajian Tentang Ilmu Sejarah Para Perawi Hadits)

Sebelum masuk kepada pembahasan tentang ilmu tarikh ar-ruwat, alangkah baiknya kita mengetahui sekilas tentang ilmu rijal al-hadits yang merupakan induk dari ilmu sejarah para perawi. Ilmu rijal al-hadits adalah ilmu yang membahas hal ikhwal dan sejarah para rawi dari kalangan sahabat, tabiin, dan atba’ al-tabi’in.
Ilmu ini memiliki kedudukan yang sangat penting dalam ranah kajian ilmu hadits karena kajian ilmu hadits pada dasarnya terletak pada dua hal, yaitu matan dan sanad. Ilmu rijal al-hadits mengambil tempat yang khusus mempelajari persoalan-persoalan sekitar sanad maka mengetahui keadaan rawi yang menjadi sanad merupakan separuh dari pengetahuan[1].

Kamis, 31 Januari 2013

البيان عن كتب التراث في إندونيسيا



أ‌.       مفهوم كتب التراث
لا يعرف أصل مصطلحة كتب التراث قطعا، تُسنَد تسميةُ كتب التراث إلى ناحية متنوعة، ومن بعض الطالبين سمّوها بالكتب القديمة لأنها راجعة إلى المصنفات العربية للعلماء المتقدمين التي اختلفت صورتها عن الكتب العصرية، ولعهد ظهورها (صدرَتها) البعيدة. وبعضهم سموها بالكتب الجرداء لتجردها (خلائها) عن الأشكال وخصائص القراءة مثل النقطة(.) أو الشولة(،) أو علامة التعجيب(!) أو علامة التنصيص(؟) أو غيرها (ترمذي، 2004: ص36).

مهارة القراءة


مهارة القراءة هي مهارة من المهارات الأساسية للغة التي تستلزم للطالب توليتها. يقول كلود مارسيل (Clude Macel) "إن القراءة هي الخطوة الرئيسية  الهامة في تعليم اللغات الحية، وأنه ينبغي أن يكون الأساس الذي تبنى عليه سائر فروع النشاط اللغوي من حديث واستماع وكتابة" (علي وأبو الفتوح، 1981: ص47.)

Kenikmatan Juga Ujian

"Sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar kami menguji mereka siapakah diantara mereka yang terbaik perbuatannya"
                                                                                                                                                (Al-Kahfi:7)

Kehidupan yang kita jalani ini –panjang maupun pendek- bukanlah tujuan dan bukan akhir segalanya. Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah terminal perpindahan menuju kehidupan lain, tempat lain, kehidupan yang kekal, dan tempat yang abadi. Di dalam sebuah atsar disebutkan, "Sesungguhnya kalian diciptakan untuk selamanya.Kalian tidak lain hanyalah akan berpindah dari satu tempat ketempat lain". Seorang penyair berkata "kematian itu tidak lain hanyalah perjalanan, hanya saja perjalanan itu dari tempat yang fana menuju tempat yang kekal". Jadi tempat kembali yang kekal itu adalah negri Akhirat,

Minggu, 11 November 2012

"الصلاة عماد الدين"


"الصلاة عماد الدين"

الصلاة صلة العبد بربه وهي عبادة تتضمن أقوالاً وأفعالاً مخصوصة مفتتحة بالتكبير مختتمة بالتسليم. وللصلاة في الاسلام منزلة لا تعدلها منزلة أي عبادة أخرى فهي عماد الدين الذي لا يقوم إلا به، قال صلى الله عليه وسلم: "رأس الأمر الاسلام وعموده الصلاة وذروة سنامه الجهاد في سبيل الله" وهي أول ما فرضه الله من العبادات في ليلة الاسراء والمعراج وكانت خمسون ثم نقصت حتى أصبحت خمساً. وهي أول ما يحاسب عليه العبد. نقل عبدالله بن قرط قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : "أول ما يحاسب عليه العبد يوم القيامة الصلاة فإن صلحت صلح سائر عمله، وإن فسدت فسد سائر عمله" (رواه الطبراني).

Dibalik Kerugian Manusia

”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran”

(QS. Al ‘Ashr).

Tobat


Tobat

Oleh: Muahammad Arman

Hampir mayoritas kaum sufi sepakat bahwa tobat merupakan maqam pertama. Abu Ya’qub Yusuf bin Hamdan Al-Susi, misalnya menyebutkan bahwa maqam (tingkat) pertama dari maqamat orang-orang yang menempuh jalan menuju Allah adalah tobat. Dan Al-Ghazali menyebutkan tobat sebagai permulaan jalan para salik (mabda’ thariq as salikien) modal harta orang-orang yang beruntung (ra’su mal al faizin), dan permulaan langkah orang–orang yang berkehendak kepada Allah (awwal aqdam al faizin)[1]. Al-Qusyairi juga memandang tobat sebagai maqam pertama di antara maqamat kaum sufi dan tanzil (tahapan) pertama diantara manazil yang dicapai oleh para salik.[2]

سيد الاستغفار

حدثنا أبو معمر حدثنا عبد الوارث حدثنا الحسين حدثنا عبد الله بن بريدة قال حدّثني بشير بن كعب العدوي قال حدثني شدّاد بن أوس رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم: سيد الاستغفار أن تقول: اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي، وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ اَلذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، قال: ومن قالها من النهار موقنا بها فمات من يومه قبل أن يُمسي فهو من أهل الجنة، و من قالها من الليل و هو موقن بها فمات قبل أن يصبح فهو من أهل الجنة (أخرجه البخاري فى صحيحه، كتاب الدعوات).