Tampilkan postingan dengan label Tulisan Lepas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan Lepas. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Februari 2015

Sabrun Jamiel

maulah muntung, awak, wan seluruh anggota tubuh ni diam supaya kada manampakkakan kaluh kasahnya lawan makhluk tie, ngalih banar. apalagi haratan sakit gigi, kayap apalagi... hahaa... bagamatan ae tie balajar.... supaya ayat nang babunyi "innamaa asyku batstsie wa khuznie ilallah" itu kada tabaca di lidah haja tie., tapi bujur-bujur menjadi urat nadi kehidupan.
Ya Allah....
Ampuni daku yang selalu mengeluh dan mengadu kepada selain-Mu.
baapik-apik ma-update satatus di fb tie, cu ae, (jer pakaiyan). mun kawa tie nang baik-baiknya haja. itu gen niatakan gasan tahadduts bin ni'mah haja "wa amma bi ni'mati rabbika fahaddits", jangang handak marasa harat pada urang. mambanggakan diri jua jangan. sombong maginnya ae... hehee...(jer sidin sambil takurihing). ingatakan tu cu ae. amun nang sedih-sedih wan galau-galaunya tie. cukup ikam wan Tuhan haja gen nang tahu.
kada napa-napa vank cu ae, kai tie mamadahi ikam nang kaya ngini. dunia ngini sudah tuha. mancakuti (maingkuti) agama tie, sama mancakuti bara api. amun kakurang tahan talapas, apa mun talapas pajah. bapintar-pintar ae lagi cu ae....
Edisi bhs. Banjar.
Rendu Alas Tengger, 09/01/'15

_____Lekuk Tubuh Wanita Itu Berharga dan Mulia_____



Berhijab, berjilbab, atau berniqab. tiga kata ini masing-masing punya arti yang berbeda dan diterangkan dengan gamblang dan jelas di dalam Al-Qur'an dan Al-Hadits. tapi sayang belakangan ini, tiga kata itu sering kali tidak dipahami dengan baik (maaf) oleh kebanyakan akhwat muslimah. dan ironinya hijab, jilbab, ataupun niqab zaman sekarang, lebih dijadikan sebagai ajang kebaggaan. entah kebanggaan golongan, pribadi, perorangan atau yang lainnya. yang jelas saya melihat hijab zaman sekarang sangan jauh sekali dari (dzalikum athharu li qulubikum wa qulubihinna) lebih-lebih jilbab (dzalika adna an yu'rafna falaa yu'dzaina) tidak mudah dikenal dan tidak mudah disakiti, begitulah kira-kira. sampai saat ini saya masih sulit memahami bentuk modelnya jilbab para akhwat, sebab yang sering saya temukan jilbabnya para akhwat seringkali mempertontonkan gaya hidupnya, sehingga jilbab sering kali dipakai dan dibuat menurut keinginan dan selera masing-masing, sementara tuntunan Al-Qur'an dan syari'at dikebelakangkan.

Senin, 30 Juni 2014

Maukah Kau Mengajariku

Sobb....
Maukah kau mengajariku cara mendaki yang baik, agar kakiku tak terkilir karena terpleset, agar batu yang kuinjak tak bergeser atau jatuh, agar tak setangkai dahan, ranting, ataupun daun lepas dari pohonnya. Maukah kau mengajariku tentang bagaimana teknik packing ransel (carrier) yang baik, agar punggungku tetap ringan dan tak terlalu terbebani oleh keperluan-keperluan fisik. Maukah kau mengajariku tentang membuat tenda yang nyaman untuk beristirahat di saat ku didera kelelahan dan kecapean di tengah pendakian nanti dan di saat kutiba di puncak kelak. Maukah kau mengajariku bagaimana cara menggunakan kompas agar ku tak tersesat di tengah belantara. Maukah kau mengajariku cara membaca jejak agar ku tak terperangkap pada sarang binatang buas. Maukah kau mengajariku tentang bagaimana caranya bertahan di saat ku kehabisan bekal di tengah perjalanan. Maukah kau mengajariku bagaimana ku harus bersikap tanggap di saat keadaan gawat darurat. Maukah kau mengajariku bagaimana caranya merentangkan dan mengikat tali-temali, serta memasang sabuk pengaman (harnest), menyematkan karabiner pada posisi yang tepat, menancapkan resin anchor atau bolt hanger pada bagian yang kuat, agar jika ku menemui jalan buntu dan terpaksa harus melewati tebing yang terjal dan curam, ku tak perlu repot tuk membuat tangga, cukuplah ku memanjatnya dengan menggunakan alat-alat itu semua, tanpa harus banyak merusak pohon dan tanaman disekitarnya. Maukah kau mengajariku tentang itu semua kawan??...