Judul
tulisan ini mungkin terdengar aneh dan sedikit mengundang gelitik tawa saudara
pembaca yang budiman, sekilas judul ini seperti sebuah cerpen atau anekdot
lelocon belaka. Namun apalah arti dari sebuah judul, ia diunggulkan hanya untuk
menarik minat dan perhatian pembaca saja, begitulah kira-kira menurut hemat
penulis yang serba kekurangan ini.
Sebenarnya judul di atas adalah sebuah
ungkapan atau plesetan untuk kerancuan seseorang dalam berpikir tentang agama
lebih-lebih tentang Tuhan dewasa ini. Bagi kita yang terbiasa berdiam di rumah
saja dan tak pernah melengokkan kepala ke jendela lebih-lebih keluar rumah
sekedar untuk menghirup udara segar atau berjalan-jalan di sekitar pasar,
bareng tuk membeli sehelai selimut guna menahan dingin di malam hari atau hanya
untuk menyeruput dan menikmati secangkir kopi saja. Kita mungkin tak kan pernah
mengetahui bagaimana bisingnya jalanan, hiruk pikuknya pasar ikan yang
bercampur dengan bau anyer yang sama sekali tak menyegarkan, dan panasnya terik
mentari di luar sana.
