Sabtu, 29 Maret 2014

“SANTRI SARUNGAN BERTOPI COWBOY ALASKA YANG KEDODORAN”



Judul tulisan ini mungkin terdengar aneh dan sedikit mengundang gelitik tawa saudara pembaca yang budiman, sekilas judul ini seperti sebuah cerpen atau anekdot lelocon belaka. Namun apalah arti dari sebuah judul, ia diunggulkan hanya untuk menarik minat dan perhatian pembaca saja, begitulah kira-kira menurut hemat penulis yang serba kekurangan ini.
          Sebenarnya judul di atas adalah sebuah ungkapan atau plesetan untuk kerancuan seseorang dalam berpikir tentang agama lebih-lebih tentang Tuhan dewasa ini. Bagi kita yang terbiasa berdiam di rumah saja dan tak pernah melengokkan kepala ke jendela lebih-lebih keluar rumah sekedar untuk menghirup udara segar atau berjalan-jalan di sekitar pasar, bareng tuk membeli sehelai selimut guna menahan dingin di malam hari atau hanya untuk menyeruput dan menikmati secangkir kopi saja. Kita mungkin tak kan pernah mengetahui bagaimana bisingnya jalanan, hiruk pikuknya pasar ikan yang bercampur dengan bau anyer yang sama sekali tak menyegarkan, dan panasnya terik mentari di luar sana.

Senin, 04 Maret 2013

ILMU TARIKH AR-RUWAT


“ILMU TARIKH AR-RUWAT”
(Sebuah Kajian Tentang Ilmu Sejarah Para Perawi Hadits)

Sebelum masuk kepada pembahasan tentang ilmu tarikh ar-ruwat, alangkah baiknya kita mengetahui sekilas tentang ilmu rijal al-hadits yang merupakan induk dari ilmu sejarah para perawi. Ilmu rijal al-hadits adalah ilmu yang membahas hal ikhwal dan sejarah para rawi dari kalangan sahabat, tabiin, dan atba’ al-tabi’in.
Ilmu ini memiliki kedudukan yang sangat penting dalam ranah kajian ilmu hadits karena kajian ilmu hadits pada dasarnya terletak pada dua hal, yaitu matan dan sanad. Ilmu rijal al-hadits mengambil tempat yang khusus mempelajari persoalan-persoalan sekitar sanad maka mengetahui keadaan rawi yang menjadi sanad merupakan separuh dari pengetahuan[1].

KHUSYU’ DAN HADIR HATI DI DALAM SHOLAT


Sholat adalah tiang agama, pengikat keyaqinan, ghiroh dalam tho’at, dan penghulu segala ibadah, dalam sebuah hadits Rasulullah saw. bersabda; “sholat adalah tiang agama, barang siapa yang mendirikannya berarti dia telah mendirikan agama dan barang siapa yang meninggalkannya berarti dia telah merobohkan agama”.Tiang adalah pondasi penentu dalam sebuah bangunan, maka sudah barang tentu kekuatan dan daya bebannya harus benar-benar diperhatikan karena pondasilah yang nantinya akan menyokong segala bangunan yang ada di atasnya. Apabila pondasi ini lemah maka jangan harap bangunan di atasnya bisa bertahan dengan kuat.

Khotbah Hari Raya 'Idul Fitri


اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ،/ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ،/ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ،/ اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا لااله الا الله هو الله أكبر الله اكبر ولله الحمد. الْحَمْدُ لِلهِ على نعامه المتواترة، وفضائله المتكاثرة، ومنانه الغامرة، اللهم صلى وسلم على سيد أهل الدنيا والآخرة، سيدنا محمد بن عبد الله، وعلى آله وأصحابه الأنجوم الظاهرة، أَمَّا بَعْدُ
فيا عباد الله أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فإنها وصيته سبحانه للأولين والآخرين من عباده، قال الله تعالى: اتقوا الله حق تقاته ولاتموتن الا وأنتم مسلمون (.............)
Jamaah sholat ‘idil fitri yg dirahmati Allah
Hari ini tanggal 1 syawwal bukan lagi bulan ramadhan,/ ramadhan telah pergi,/ ramadhan telah meninggalkan kita./ Kehadiran ramadhan yang baru saja berlalu telah mengkondisikan kita/ sehingga terlihat dan terasa begitu dekat dengan Allah swt./ setelah sebulan penuh kita (kaum muslimien) berjuang keras menempa diri melawan hawa nafsu/ dengan berpuasa,/ qiyamul lail,/ tadarrus, membayar zakat, dan ibadah-ibadah sunnah lainnya/. Dan hari ini kita sampai pada hari yang ditunggu-tunggu yakni hari raya ‘idul fitri,/ namun bukan berarti hari ini adalah akhir dari semua ibadah sunnah yang kita kerjakan di bulan puasa,/ tetapi hendaknya menjadi awal ghirah kita dalam melaksanakan ibadah di hari-hari mendatang.

Minggu, 03 Maret 2013

Gelitik Tawa

semua lebur dalam galak tawa
seakan tak ada beban yang diderita
aku-mereka,
semua saling selipkan rasa dalam gelitik tawa
sambil menanti senja.....

Wadil Gholb, 18/02/2013